Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Blogger Template From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 12 Februari 2012

Letusan Gunung Super

Dibandingkan dengan planet lain dalam tata surya, bumi adalah planet yang cukup tenang. Namun ahli geologi menyebutkan, setiap 100 ribu tahun terjadi letusan super yang menghancurkan kehidupan di planet biru ini.
Peneliti dari Oregon State University (OSU), Minneapolis, mengungkapkan rahasia di balik bencana periodik tersebut. Mereka membangun model yang mensimulasikan proses-proses fisika di sekitar dapur magma, berlaku sebagai penyimpan tekanan selama puluhan ribu tahun. Akumulasi tekanan membuat bagian atas dapur magma terangkat ke atas meretakkan permukaan bumi di atasnya dan meruntuhkan kaldera. “Proses sebelum ledakan seperti halnya memanggang roti, lapisan atas retak saat adonan mengembang” ujar Patricia Gregg, Peneliti dari OSU.
Pada gunung-gunung besar, retakan ini menjalar sangat dalam hingga mencapai dapur magma. Akibatnya, energi yang tersimpan dalam waktu lama terlepas dalam waktu singkat menghasilkan letusan besar.
“Retakan ini membuat bagian atas dapur magma goyah, lalu terangkat ke atas seiring dengan letusan,” ujar dia.
Letusan besar seperti ini pernah terjadi di utara pulau Sumatera sekitar 75 ribu tahun silam. Letusan gunung purba ini hampir membuat populasi manusia berada diambang kepunahan. Sisa letusan menyisakan kawasan yang kini dikenal sebagai Danau Toba.
Saat ini ancaman letusan gunung super beralih ke Amerika Serikat. Di negara tersebut terdapat Taman Nasional Yellowstone yang menyimpan dapur magma berukuran besar. Diperkirakan letusan besar berikutnya akan terjadi di daerah ini. Namun ledakan tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat, menurut perkiraan peneliti.

0 komentar:

Posting Komentar

 
 

Designed By Blogs Gone Wild!